• FIELD DAY INOVASI TEKNOLOGI TANAMAN HIAS (FDIT) II DI TABANAN BALI
  • ditulis tgl : 14 November 2011, telah dibaca sebanyak : 1267 kali


    Gambar malas ngoding
    Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian melalui Puslitbang Hortikultura dan Balai Penelitian Tanaman Hias telah menggelar Field Day Inovasi Teknologi Tanaman Hias II (FDIT II) di kawasan Tabanan, Desa Candi Kuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali pada tanggal 9-10 November 2011. Gelar acara FDIT II di daerah tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa kawasan Tabanan merupakan salah satu daerah potensial bagi pengembangan florikultura di Bali.

    Kegiatan FDIT II pada tanggal 9 November 2011 meliputi: Klinik Agribisnis, Lomba Merangkai Bunga untuk pelajar SLTA, dan Pelatihan Usaha Florikultura seperti pembuatan pupuk organik, dan agri training camp. Selain itu juga digelar  acara Temu Bisnis dan Sarasehan Florikultura yang dibuka dan dipandu langsung oleh Kepala Balai Penelitian Tanaman Hias Dr. Muchdar Soedarjo, MSc. dan Koordinator Program Dr. Budi Marwoto, MS. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 50 orang yang terdiri dari pelaku usaha florikultura, kelompok tani dan pemerintah daerah setempat. Dari acara Temu Bisinis dan Sarasehan telah dihasilkan beberapa butir kesepakatan yang tertuang dalam Nota Kepakatan pengembangan produk teknologi dalam pola kemitraan yang saling menguntungkan, yang akan ditanda tangani pada hari kedua kegiatan FDIT II.

    Pada hari kedua FDIT II,  tanggal 10 November 2011, disajikan display klon dan varietas unggul baru krisan, mawar dan gladiol, teknologi perbenihan krisan, dan teknologi pengendalian organisme pengganggu tumbuhan menggunakan pestisida. Keunggulan masing-masing teknologi tersebut telah disaksikan dan didiskusikan bersama pengunjung secara langsung pada tiga lokasi visitor plot FDIT II. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 200 pengunjung dan undangan yang terdiri dari kelompok tani, pelajar, pengusaha florikultura serta instasi pusat dan pemerintah daerah setempat.  FDIT II diawali dengan sambutan oleh Kepala Puslitbang Hortikultura, dilanjutkan oleh sambutan Bupati Tabanan, dan sambutan dari Kepala Badan Litbang Pertanian. Selanjutnya dilakukan penandatanganan Nota Kesepakatan yang merupakan butir-butir kesepakatan yang dicapai dalam acara Temu Bisnis dan Sarasehan Florikultura yang digelar sehari sebelumnya. Setelah acara seremonial, acara dilanjutkan dengan kunjungan di tiga lokasi visitor plot FDIT II.
    • 24 Mei 2019

      Tapeinochilos ananassae

      Tapeinochilos ananassae K. Schum berasal dari Malaysia dan banyak tersebar di pegunungan Maluku (Heyne, 1987). Saat ini tanaman ini banyak dikembangkan pula di Queensland, Australia, Hawai dan Amerika selatan (Anonim, 2002). 
      Selain sebagai tanaman hias, Tapeinochilos ananassae juga bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat. Daun dan akarnya yang lunak apabila diremas dengan air kemudian diminum bisa menjadi obat penangkal racun ular. Empulur dan daunnya juga bisa dipakai untuk
    • 23 Mei 2019

      KAPITALISASI INOVASI KRISAN BALAI PENELITIAN TANAMAN HIAS

      Balai Penelitian Tanaman Hias sebagai lembaga riset telah menghasilkan berbagai inovasi di bidang tanaman hias. Inovasi tersebut di antaranya berupa varietas, benih, dan teknologi produksi krisan.
      Balithi sejak tahun 1998 hingga saat ini telah menghasilkan 83 varietas.
      Penggunaan varietas tersebut di industri florikultura nasional mampu mensubstitusi  sebesar 40% dari total varietas yang beredar di pasar nasional.


      Berdasarkan data BPS (2014 s/d

    • 22 Mei 2019

      Mengenali Penyakit Tanaman Hias, Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab.


      Gejala serangan penyakit Embun Tepung Oidium chrysanthemi Rab. (Cendawan) yaitu terdapatnya lapisan putih bertepung pada permukaan daun. Tepung putih ini sebenarnya merupakan masa dari konidia cendawan. 
      Pada serangan berat menyebabkan daun pucat dan mengering. Penyakit biasa menyerang tanaman pada dataran tinggi maupun dataran rendah.  Suhu optimum untuk perkecambahan konidiumnya adalah 25C.
      Cendawan berkembang pada cuaca kering, dan konidiumnya
    • 21 Mei 2019

      Monev Puslitbang Horti On-Going tahun 2019


      Kegiatan monitoring dan evaluasi Tim Puslitbang Hortikultura dilaksanakan di Balai Penelitian Tanaman Hias pada tanggal 21-23 Mei 2019. Anggota tim Monev terdiri atas Prof (R) Dr. Ir. Yusdar Hilman, MS., Dr. Bagus K, dan Dr. Noor Roufiq Ahmadi.

      Monitoring dan evaluasi dilakukan terhadap Tindak lanjut BA Monev I Puslitbang Hortikultura yang dilaksanakan tanggal 21-22 Maret 2019 dengam melihat kembali Dokumen perencanaan penelitian dan pengembangan
    • 21 Mei 2019

      Klasifikasi dan Deskripsi Botani Asplenium nidus L.


      Sistem klasifikasi menurut Christenhusz dan Chase (2014) adalah sebagai berikut:
      Asplenium nidus termasuk dalam Kerajaan Plantae, Divisi Pteridophyta, Kelas Polipodiopsida, Bangsa Polypodiales, Suku Aspleniaceae, Marga Asplenium
      Jenis A. nidus L. dalam bangsa Polypodiales terdiri atas 26 suku di antaranya Aspleniaceae. 
      Marga Asplenium terdiri atas 115 jenis (Ohlsen et al. 2015). Aspleniaceae merupakan tumbuhan paku sejati, karena memiliki
    • 20 Mei 2019

      Dracaena fragrans L. Ker Gawl (Asparagaceae)


      Marga Dracaena ditemukan pada tahun 1768 oleh Vandelli (Brown, 1914). Jenis pertama yang ditemukan adalah Dracaena draco L. di Pulau Canary. Menurut Waterhouse (1987), Dracaena meliputi 40 jenis, tetapi menurut Huxley (1992), Dracaena terdiri atas 50 jenis. 
      Menurut Bos (1992, 1998); Staples & Herbst (2005); Judd et al. (2007); dan Mabberley (2008), Dracaena terdiri atas 60-80 jenis yang tersebar di daerah tropis dan sub tropis, kecuali Amerika Selatan yang
    • 19 Mei 2019

      Alocasia celebica Engl ex Koord


      Alocasia celebica Engl ex Koord termasuk family araceae, memiliki nama umum Talas-talasan dan sebaran Geografisnya endemik di Sulawesi Tenggara terutama di daerah Mongolia

      Dengan tinggi tanaman 60 cm, bentuk daun jantung dengan ujung runcing, jumlah helaian daun 1-6, warna daun bagian atas hijau tua mengkilat dengan urat daun berwana hijau pucat keabu-abuan, warna daun bagian bawah ungu tua. Bunga berbentuk