Pengaruh Antiviral dalam Media Kultur terhadap Keberadaan Crysanthemum virus B pada 4 Var. Krisan Terinfeksi


Diupload oleh : Jurnal Hortikultura (Edisi Khusus) : 410-418.
10 Agustus 2010  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 743 kali




Kendala utama dalam budidaya krisan di dalam negeri adalah degenerasi benih akibat infeksi virus sistemik,  Chrysanthemum virus B.  Salah satu cara yang paling efektif untuk mengeliminasi virus adalah aplikasi kultur meristem apikal secara in vitro yang dikombinasikan dengan antiviral ribavirin ke dalam media tanam.  Penelitian tentang perbanyakan krisan secara in vitro dengan eksplan meristem apikal dari empat varietas telah dilakukan di laboratorium kultur jaringan Instalasi Penelitian Tanaman Hias dari bulan Maret 2001 sampai dengan April 2002. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan teknik eliminasi virus melalui kultur meristem dengan aplikasi antiviral.  Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap pola faktorial dengan lima ulangan.  Faktor pertama adalah media in vitro dengan dua taraf yati ½ MS + 0.1 mg/l IAA dan ½ MS + 0.1 mg/l IAA + antiviral sintetik (ribavirin 40 ppm).  Faktor kedua ialah emat vaietas krisan yang terinfeksi Chrysanthemum virus B, yaitu dewi sartika, saraswati, yeloow fiji dan yellow puma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa infeksi Chrysanthemum virus  B nyata menekan kemampuan regenerasi meristem apikal.  Pemberian ribavirin dapat memulihkan kemampuan regenerasi meristem pucuk yang ditandai dengan percepatan waktu regenerasi meristem apikal.  Varietas yellow fiji dan yellow puma ternyata lebih rentan terhadap infeksi Chrysanthemum virus  B dibandingkan dengan kedua varietas lainnya.  Partikel virus di dalam jaringan daun kedua varietas tersebut sangat persisten.  Pertumbuhan planlet dari tanaman yang terjangkit virus ternyata sangat rendah.  Jumlah ruas planlet meningkat seiring dengan frekuensi aplikasi ribavirin maupun subkultur berulang.  Hasil analisis kandungan virus dengan menggunakan metode ELISA menunjukkan bahwa planlet dari meristem apikal yang dukulturkan sebanyak tiga kali dalam media yang mengandung ribavirin ternyata bebas virus
Kata kunci : Dendranthema grandiflora, kultur meristem, bebas virus, antiviral, Chrysanthemum virus B

B. Marwoto, L. Sanjaya, K. Budiarto dan I. B. Rahardjo
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (https://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.166.141.69

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun