Induksi Mutasi Anggrek Phalaenopsis Tahan Bakteri Erwinia Carotovora


Diupload oleh : Ridho Kurniati , Wahyu Handayati dan Suskandari Kartikaningsum
08 Januari 2010  |  Kategori :Info Penelitian - Dibaca 1082 kali




Kerugian terbesar dalam budidaya anggrek Phalaenopsis adalah adanya serangan penyakit pada tanaman. Tiga golongan penyakit pada anggrek ini antara lain layu, busuk dan bercak daun, yang dapat menyebabkan kematian dan berdampak kerugian bagi petani. Penyakit busuk daun yang disebabkan oleh bakteri Erwinia carotovora adalah salah satunya.

Bakteri ini mempunyai karakteristik mudah menular melalui air, alat pertanian atau tangan. Menyerang pada kondisi lembab dan akan meningkat intensitasnya saat musim hujan. Gejala awal adalah tanaman tampak layu, dan serangan awal pada daun atau batang semu, melepuh, dan berair.

Pengendalian yang biasa dilakukan adalah secara mekanis dengan tangan atau pisau serta mengisolasi tanaman yang terserang dari tanaman sehat. Namun cara ini efektif bila jumlah tanaman sedikit. Cara lain dengan bahan kimia, namun cara ini juga memerlukan biaya tinggi, kurang ramah lingkungan serta merusak penampilan akibat residu bahan kimia yang dipakai. Sehingga digunakan alternatif lain dengan menggunakan tanaman tahan busuk daun melalui induksi mutasi.

Hasil penelitian induksi mutasi yang telah diperoleh diantaranya jagung tahan leafblight di Amerika, padi tahan blast di India serta padi IR 8 tahan Sogatodes oryzicola di Kolombia. Dengan berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan penelitian ini memperoleh tanaman anggrek tahan busuk lunak, sehingga biaya operasional rendah dan budidaya yang diterapkan ramah lingkungan.

Penelitian ini dilakukan di BATAN , laboratorium kultur jaringan Cipanas, laboratorium penyakit, dan rumahkaca Segunung.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan tanaman anggrek tahan busuk  daun yang disebabkan oleh bakteri Erwinia. Bahan yang digunakan adalah protocorm anggrek Phalaenopsis 630, 634 dan 642. Bahan tersebut diiradiasi dengan dosis 2.5 Gray, 5 Gray, 7.5 Gray dan 10 Gray. Protocorm yang telah diiradiasi selanjutnya disubkultur hingga mencapai  planlet MV3. Planlet selanjutnya diinokulasi dengan bakteri Erwinia dengan cara menyuntik pada bagian daunnya. Peubah yang diamati meliputi persentase planlet hidup dan tahan bakteri Erwinia, tinggi planlet, lebar daun, jumlah daun, besarnya serangan bakteri dan karakter lain yang muncul akibat iradiasi.

Hasil yang dicapai tahun 2007, beberapa sampel 634 sudah diinokulasi dengan bakteri Erwinia. Untuk dosis 5 Gray tahan terhadap busuk lunak (hasil sementara). Belum semua sampel dan perlakuan diinokulasi  sehingga kegiatan ini dilanjutkan tahun 2008. Hal ini disebabkan pertumbuhan protocorm yang diiradiasi hingga mencapai planlet MV3 lambat dan perlu waktu lama. Dari 3 nomor Phalaenopsis yang diiradiasi pertumbuhannya tidak seragam, sehingga mempengaruhi respon planlet terhadap inokulan bakteri Erwinia serta waktu inokulasi. Jumlah planlet 634 dosis 10 Gray adalah 165 botol, 634 dosis 5 Gray ada 79 botol, 634 dosis 2.5 Gray ada 58 botol, 634 kontrol terdiri dari 82 botol.

Tahapan berupa planlet dan PLB. Phalaenopsis 642 dosis 5 Gray ada 42 botol berupa PLB dan sebagian planlet, dosis 10 Gray ada 24 botol berupa PLB, demikian juga dosis 2.5 Gray dan kontrol masih berupa PLB. Phalaenopsis 630 dosis 5 Gray terdiri atas 19 botol berupa planlet dan PLB.
Berita Terkait

INFORMASI PENGUNJUNG :

AGENT : CCBot/2.0 (http://commoncrawl.org/faq/)
IP PUBLIK : 54.225.17.239

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II. Silahkan diunduh: [Perencanaan Pembangunan KP. Serpong Tahap II], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi. Silahkan diunduh: [Perencanaan Renovasi Bangunan Guest House Segunung Balithi], Terima Kasih.

Pengumuman

Pokja Balai Penelitian Tanaman Hias, mengumumkan Pemenang Lelang Pengadaan Alat Laboratorium. Silahkan diunduh: Pengumuman Pemenang Lelang, Terima Kasih.

Informasi Publik

  • Tersedia Setiap Saat
    Informasi yang Wajib Tersedia Setiap Saat, sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI no 14 ... [download file]
  • Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala
    Informasi yang Wajib Disediakan dan Diumumkan Secara Berkala sebagaimana tercantum dalam ... [download file]
  • Diumumkan Secara Serta Merta
    Informasi yang Wajib Diumumkan secara Serta-merta sebagaimana tercantum dalam Undang-undang RI ... [download file]

Sekilas info


Info Kerjasama

  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Agribisnis dan Wisata... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Varietas Tanaman... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Tanaman Hias di Kabupaten... [detail]
  • Penelitian dan Pengembangan
    Pengembangan Kawasan Agribisnis dan Agrowisata di... [detail]
daftar kerjasama penelitan pertahun